Kamis, 10 Februari 2011 14:39 .
Previous
Left arrow key Next
Right arrow key Close
Beberapa warga Yaman yang dituduh sebagai anggota gerakan al Qaeda nampak berada di sebuah tahanan di bawah penjagaan ketat di San'a pada 6 Februari 2011. (Foto: Reuters)
.NEW YORK (Berita SuaraMedia) – Saat serangan demi serangan pesawat tanpa awak di kawasan suku di Pakistan kabarnya telah memperlemah kelompok al Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden, kelompok cabang al Qaeda diYaman yang dipimpin oleh ulama kelahiran Amerika, Anwar al-Awlaki, kabarnya menjadi sumber utama ancaman, demikian dinyatakan dalam sebuah laporan.
New York Daily News mengutip laporan baru dari Pusat Studi Strategis Internasional yang menyebutkan bahwa dampak serangan pesawat tanpa awak AS yang dilancarkan dalam dua setengah tahun terakhir telah banyak mengurangi kekuatan al Qaeda sehingga mereka kini sibuk bersembunyi dari tembakan rudal-rudal Hellfire CIA.
"Inti gerakan al Qaeda kini memiliki motivasi untuk terus melanjutkan serangan, namun mereka dibatasi dengan keterbatasan kemampuan untuk beroperasi secara independe. Al Qaeda dipaksa untuk amat bergantung pada jaringan Haqqani dan Taliban Pakistan untuk dukungan logistik dan operasional. Kelompok-kelompok terkait kini turut berperan dalam bagian serangan yang lebih besar," demikian tulis Rick Nelson dan Thomas Sanders, para penulis laporan itu.
Kesimpulan mereka didukung oleh Stephen Kappes, seorang mata-mata legendaris yang tahun lalu pensiun dari jabatan Deputi Direktur CIA, demikian dinyatakan surat kabar itu.
Laporan itu kemudian menyebut dua kelompok al Qaeda, yakni al Qaeda Yaman di Jazirah Arab dan sekutu kuncinya di seberang Teluk Aden, kelompok al Shabaab Somalia, sebagai sumber-sumber ancaman utama.
"Lingkup operasional al Shabaab semakin meluas dan lebih siap dibandingkan kelompok lain untuksecara aktif menumbuhkan ekstremisme dalam negeri di Amerika Serikat," demikian ditambahkan laporan itu.
Seiring munculnya ulama Amerika Anwar al-Awlaki sebagai pemimpin al Qaeda Yaman bersama rekannya sesama warga Amerika dan penulis Inspire, Samir Khan, kelompok tersebut berpotensi memicu radikalisasi di dalam negeri, tulis Nelson dan Sanders.
Pada hari Rabu, Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Michael Leiter mengatakan di hadapan dewan bahwa bahaya yang lebih besar saat ini berasal dari Anwar al-Awlaki dan kelompok al Qaeda di Jazirah Arab.
Menurutnya, Awlaki bukan hanya memperlihatkan kemampuan menyerang AS dari luar negeri, ia juga mampu menanamkan pengaruh di dalam negeri untuk melancarkan serangan dari dalam AS.
"Saya sebenarnya menganggap al Qaeda di Jazirah Arab yang dipimpin al-Awlaki sebagai risiko paling besar bagi AS," kata Leiter.
"Saya enggan menilai mereka terlalu pribadi, tapi (al-Awlaki) jelas ada di atas sana," tambahnya.
Itu merupakan pernyataan paling eksplisit dari seorang pejabat pemerinahan Obama bahwa Awlaki, 39, kini telah melampaui bin Laden dalam kemampuannya menyusun rencana serangan terhadap AS.
John Brennan, kepala penasihat kontraterorisme Obama, Desember lalu menyebut AQAP sebagai kelompok jaringan al Qaeda yang paling aktif secara operasional. Pemerintahan Obama sendiri telah memerintahkan CIA untuk membunuh Awlaki.
Awlaki, yang sering dijuluki "bin Laden-nya internet," kabarnya telah mengilhami Mayor Nidal Hasan yang menjadi tersangka penembakan di Fort Hood, November 2009 lalu, yang menewaska 13 orang dan melukai puluhan lainnya, melalui tulisan dan email anti-Amerika.
Ia juga disebut-sebut melatih Umar Farouk Abdulmutallab yang dituding berusaha meledakkan sebuah pesawat menuju Detroit.
Yang paling membuat resah pemerintah Obama adalah upaya radikalisi di dalam negeri.
"Al-Awlaki adlah seorang ideolog terkenal yang bisa berbahasa Inggris dan bisa berbicara secara langsung kepada orang-orang di sini," kata Leiter. "Ada beberapa orang lainnya yang kami khawatirkan, tapi saya rasa al-Awlaki mungkin punya audiens paling besar.Jadi, dalam hal itu ia adalah yang paling penting." (dn/nk/np) www.suaramedia.com
Kamis, 10 Februari 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
